Search
Follow Us!
My Ads
Translator
Translator by Yellingnews

Posts Tagged ‘bayi’

Problematika Pengencer Dahak_[Nebulizer Sol.]

respiratory system 300x193 Problematika Pengencer Dahak [Nebulizer Sol.]

Syahdan pada belasan tahun yang lalu di negeri para peri yakni negeri Far Far Away pada suatu hari di salah satu prefektur kota begitu heboh, lantas tersiar kabar di media negeri para peri tersebut bahwa seorang pasien meninggal setelah dilakukan tindakan nebulizer di unit fisioterapi sebuah Read the rest of this entry »

rumah sakit dikota tersebut, walaupun sempat dilarikan ke rumah sakit lain. Nun jauh di selatan prefektur kota itu setahun kemudian tersiar kabar yang sama namun ini dari sebuah klinik swasta. Tiga tahun setelah kejadian di selatan prefektur kota itu kasus yang hampir sama berulang kembali di sisi barat prefektur, juga di klinik swasta.  Kedua kasus pertama tersebut mirip, kedua pasien adalah bayi.

Kasus ketiga yang terjadi di barat prefektur kota itu mirip tapi dalam dimensi lain, perbedaannya adalah, usia pasien ini 45 tahun dengan diagnosa batuk-asthma, pasien ditolak ahli fisioterapi di klinik swasta tersebut karena kebetulan pasien menolak penjelasan ahli fisioterapi yang bersangkutan bahwa ada salah satu komponen obat[pengencer dahak] dalam surat rujukan dari dokter ahli paru yang belum bisa diberikan saat itu karena reflex batuknya begitu lemah sehingga berpotensi menambah kesulitan bernapas. Dengan sewot pasien kembali ke rumah sakit dimana ia diperiksa sebelumnya lantas tindakan fisioterapi dilakukan sesuai rujukan dokter di unit fisioterapi di rumah sakit yang bersangkutan. Dua hari kemudian di sore hari pasien yang sama kembali ke klinik swasta tersebut dan menyatakan ia baru keluar dari ruang ICU pada pagi hari itu dan ingin melanjutkan fisioterapi di klinik swasta tersebut. Apa sebenarnya yang terjadi?

asthma 8 300x227 Problematika Pengencer Dahak [Nebulizer Sol.]

Baiklah mari kita perhatikan gambar saluran nafas normal dan abnormal yang kami dapat dari google-images ini bersama-sama. Walaupun gambar ini bukan ukuran sebenarnya, tapi mari kita bayangkan, pada bayi, kira-kira seberapa ukuran saluran napasnya? Tentu saja tidak akan lebih besar dari jari kelingkingnya. Ketika terjadi hiperkonstriksi tentu akan lebih sempit, plus sputum yang menempel pada dinding saluran napasnya tentu akan menambah lebih sempit lagi. Obat pengencer dahak akan langsung membuat sputum yang menempel di dinding saluran napasnya terlepas dan terkonsentrasi/menumpuk pada percabangannya yang sebelumnya bahkan sudah menyempit oleh sputum.

Apakah suction bisa menolong? Tentu tidak karena tidak akan sampai disana, kalaupun sampai malah akan mamicu hiperkonstriksi. Pada pasien ketiga, suction malahan justru akan memacu hiperkonstriksi lebih hebat lagi.Yang dapat menolong ketiga pasien tersebut adalah reflex batuk!! Celakanya reflex batuknya tidak bekerja karena udara terhalang masuk secara bebas sehingga sputum semakin menyumbat di titik percabangan tersebut, dalam waktu yang sama dorongan udara via pernapasan normal tidak cukup untuk mendorong sputum tersebut untuk berpindah tempat.

asthma bronchospasm mechanism 300x228 Problematika Pengencer Dahak [Nebulizer Sol.]

Vibrasi dan tapotement justru akan membuat hipereaktif silia yang akan memacu hiperkonstriksi sehingga produksi sputum menghebat yang akan menambah mampat lagi saluran napasnya. Lantas apa yang harus dilakukan?

Bila menemukan pasien seperti diatas, tentunya kita akan bicarakan baik-baik dengan pasien dan dokter pengirim bahwasanya pengencer dahak belum bisa diberikan saat itu dan akan diberikan nanti bila reflex batuk sudah bekerja dengan baik. Lantas periksalah otot-otot sangkar thorax termasuk trapezius, upper trapezius, rhomboide dan lain-lain yang bertanggung jawab membantu pernafasan. Biasanya otot-otot tersebut spasme yang malah menyulitkan pernapasan. Bantulah mengendurkanya kembali dengan massage ringan [biasanya efflureage lebih baik], olesi otot-otot sangkar thorax dengan balsam tipis-tipis, pilihlah yang sedikit hangat dengan aroma segar(biasanya dengan transpulmin) yang tidak menyengat sehingga napasnya kembali lega. Semoga kita belajar dari pengalaman sehingga kasus yang serupa di negeri para peri tersebut tidak terulang kembali.

*[kasus yang disajikan dalam artikle diatas bukanlah fiksi, bahkan untuk kasus ketiga merupakan pengalaman langsung penulis]

**[gambar dalam article ini di-copy dari google-images]

***[article ini tidak dimaksudkan menghakimi siapapun, namun untuk mencari jalan terbaik dalam melayani pasien]

****[walaupun bukan fiksi, article ini tidak dapat digunakan sebagai dasar pemeriksaan terhadap pasien. Bagaimanapun, pemeriksaan fisik secara langsung oleh professional (dokter/fisioterapist) sangat diperlukan, dan kesimpulan harus mengacu pada hasil pemeriksaan tersebut]